Ingin Stop Makan Berlebihan? 7 Perilaku Ini Harus Kamu Hentikan Dulu

Table of Contents
ilustrasi makan fast food (pexels.com/RDNE Stock project)

Makan berlebihan sering menjadi masalah yang sulit dihindari, apalagi jika kamu sedang lelah atau stres. Gak hanya berdampak pada berat badan, kebiasaan ini juga bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Namun, tahukah kamu bahwa menghentikan makan berlebihan sebenarnya dimulai dari mengubah perilaku sehari-hari? Dengan memahami dan mengatasi kebiasaan yang memicu makan berlebihan, kamu bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan.

Artikel ini akan membahas tujuh perilaku yang harus kamu hentikan jika ingin mengurangi makan berlebihan. Jadi, siapkan dirimu untuk mulai mengadopsi pola makan yang lebih sadar dan sehat. Yuk, kita mulai!

1. Makan tanpa berpikir

Kamu mungkin pernah, makan camilan sambil nonton film tanpa sadar sudah menghabiskan satu bungkus penuh. Ini disebut dengan mindless eating atau makan tanpa berpikir. Kebiasaan ini sering terjadi ketika perhatianmu teralihkan oleh aktivitas lain seperti menonton TV atau scrolling media sosial.

Untuk menghentikannya, cobalah makan dengan lebih sadar. Matikan televisi, jauhkan ponsel, dan fokuslah pada makanan di depanmu.

Nikmati setiap gigitan dan rasakan tekstur serta rasanya. Menurut psikolog Dr. Brian Wansink, makan dengan penuh kesadaran adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi makan berlebihan.

2. Makan terlalu cepat

Apakah kamu sering susah merasa kenyang? Baru merasa kenyang setelah makan banyak? Nah, ini kerap terjadi jika kamu makan terlalu cepat. Perlu diketahui, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari perut. Jadi, kalau kamu makan dengan tergesa-gesa, kamu cenderung makan lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Cobalah untuk memperlambat tempo makanmu. Kunyahlah makanan dengan perlahan dan letakkan sendok atau garpu di antara setiap suapan. Dengan begitu, tubuhmu memiliki waktu untuk memberi sinyal bahwa kamu sudah cukup kenyang.

3. Menggunakan piring dan mangkuk besar

Tahukah kamu bahwa ukuran piring atau mangkuk bisa memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi? Menurut penelitian, menggunakan piring besar dapat membuat porsi makanan terlihat kecil sehingga kamu cenderung mengambil lebih banyak.

Solusinya, gunakan piring atau mangkuk yang lebih kecil. Dengan cara ini, kamu bisa ‘menipu’ otakmu untuk merasa puas meskipun porsinya lebih sedikit. Langkah sederhana ini bisa membantu mengontrol jumlah makanan yang kamu konsumsi.

4. Melewatkan waktu makan

Mungkin kamu berpikir bahwa melewatkan sarapan atau makan siang bisa membantu mengurangi asupan kalori. Sayangnya, strategi ini justru sering berujung pada makan berlebihan di waktu berikutnya. Ketika kamu melewatkan makan, tubuh akan merasa kelaparan dan membuatmu cenderung makan lebih banyak saat waktunya tiba.

Pastikan kamu makan secara teratur dengan porsi yang seimbang. Ini akan membantu menjaga kadar gula darah stabil dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

5. Gak cukup minum air

Terkadang, tubuh kita salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Akibatnya, kamu bisa saja mengonsumsi makanan padahal tubuh sebenarnya hanya membutuhkan cairan.

Cobalah minum segelas air saat kamu merasa lapar secara tiba-tiba. Jika rasa lapar itu hilang, berarti tubuhmu hanya membutuhkan cairan. Selain itu, minum air sebelum makan juga dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang kamu konsumsi.

6. Makan karena emosi

Banyak orang menggunakan makanan sebagai pelarian dari stres, kesedihan, atau kebosanan. Sayangnya, ini adalah kebiasaan yang dapat memicu makan berlebihan. Alih-alih mengatasi emosi, makanan hanya memberikan kepuasan sementara.

Carilah jalan lain untuk mengelola emosi, seperti berolahraga, meditasi, atau berbicara dengan teman. Menghadapi emosi secara langsung akan membantumu menghindari penggunaan makanan sebagai pelarian.

7. Kurang tidur

Menurut penelitian, kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, yaitu ghrelin dan leptin. Ketika kamu kurang tidur, kadar ghrelin meningkat dan leptin menurun, yang membuatmu merasa lebih lapar dan cenderung makan berlebihan.

Usahakan untuk tidur cukup setiap malam, sekitar 7-8 jam. Tidur yang cukup gak hanya membantu mengatur nafsu makan, tetapi juga meningkatkan energi dan suasana hati.

Makan berlebihan sering kali berasal dari kebiasaan yang gak disadari. Dengan mengubah kebiasaan seperti makan terlalu cepat, melewatkan waktu makan, atau kurang tidur, kamu bisa mengontrol pola makanmu dengan lebih baik. Ingat, perubahan kecil yang konsisten akan memberikan hasil yang besar.

Jadi, mulailah langkah kecil hari ini. Perhatikan perilaku makanmu, dan bangun kebiasaan baru yang lebih sehat. Dengan usaha dan kesabaran, kamu pasti bisa!

Sumber: baselinemag

Post a Comment